KAIDAH KESUKSESAN DALAM SOLAT

Bagi saya yang merupakan muslim, panggilan adzan & iqomah dari speaker masjid sudah biasa terdengar di kuping (apalagi masjid tepat berada di sebelah rumah). Sudah terlalu lazim seperti halnya mendengar ibu meneriakkan nama saya untuk menyuruh sesuatu, yang dulu – rasanya lebih seperti beban untuk bergegas berdiri – mengambil air wudhu – bersiap menggelar sajadah dan mengenakan mukena.

Sekarang, setelah mengetahui keutamaannya, sepertinya saya akan bilang bahwa – panggilan itu punya berbagai rupa. Shalat yang merupakan kewajiban tersebut bukan dimaksudkan untuk memberatkan manusia, tapi sebaliknya.

Kadang-kadang, panggilan itu terasa seperti perlindungan, support, tawaran yang terlalu menarik untuk diabaikan, seperti - Ayo, segera bangun, istirahat dari kesibukan dan rehatkan pikiran, pasrahkan ! 

Di waktu lain terdengar seperti, ayo sini segera berdiri mau minta apa? Lain waktu lagi, panggilan adzan seperti menyuruh saya, sini – mau cerita apa keluhannya? 

Panggilan adzan itu akhirnya punya berbagai wajah dan arti sendiri setiap kali saya merasa sesuatu, bergantung bagaimana kondisi saya hari itu hehe.

Di saat-saat seperti itu, saya ingin sekali membagikannya kepada kalian, bukan hanya karena ingin mendapat pahala dari menulis ini, tapi saya ingin kalian juga menerima manfaat dan merasakan ketenangan dari melakukan itu semua. Ketenangan, keyakinan, rasa aman. Semua yang dijanjikan Allah ada disana, kamu hanya harus yakin saja.

Dalam shalat terkandung berbagai kaidah, utamanya adalah sukses dunia akhirat.




Jika kalian ingin dibimbing, dibantu, dimudahkan sukses dunia akhirat, Maka shalat-lah! Shalat merupakan karunia terbesar yang diberikan Allah bagi kita. Dengan shalat yang baik, kalian akan diberikan keyakinan bahwa segala janji Allah adalah benar, jika janji itu kamu Yakini (dan wajib kamu yakini), kamu tidak akan berpikir dalam porsi yang berlebihan atas apa yang bukan menjadi kuasamu. Serahkan ke Allah segalanya!

 Dalam shalat kamu diberikan kesehatan, jeda, & rasa optimis untuk melakukan sesuatu hal. Kamu bisa terus menerus berdoa - berharap hal baru setiap harinya. Sekecil atau sebesar apapun urusannya.

Secara ilmiah, kalian dapat menemukan apa manfaat dan fungsi shalat bagi pikiran serta tubuh kita (seperti meningkatkan sirkulasi darah, melancarkan pencernaan, meredakan nyeri punggung dan sendi, menjaga Kesehatan jantung dan mental, dst). Secara teori, terdapat kaidah kesuksesan dari 5 waktu shalat yang diwajibkan oleh Allah.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam kitab Jam’ul Jawami’ (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005, juz I, hlm 150) mengartikan waktu ibadah adalah “ وَالْوَقْتُ...الزَّمَانُ الْمُقَدَّرُ لَهُ شَرْعًا مُطْلَقًا “

Waktu adalah masa yang telah ditentukan untuk pelaksanaan ibadah menurut syariah secara mutlak. Sedangkan arti shalat secara Bahasa, Shalat se-akar dengan kata “shilah, washola, ushul”. Shilah dalam bahasa arab artinya sesuatu yang terhubung kuat, sehingga sulit dilepaskan.

Pada 5 waktu shalat, umat muslim dididik agar menjadi pribadi yang tertib dan menghargai waktu. Hal tersebut tercermin dari perintah shalat 5 waktu yang telah diatur sedemikian rupa (1) Subuh, Artinya : Sesuatu yang sudah siap dengan rencana / awal mula aktifitas yang terencana. Dalilnya dapat kita temukan dalam QS At- Takwir 18 yang artinya kurang lebih, “Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”. Dari arti shubuh, umat muslim diharap ketika esok hari datang sudah siap dengan rencana untuk memaksimalkan hari. Sudah siap dengan agenda matang untuk dilaksanakan.

(2) Dzuhur, berarti: Terang, baik. (3) Ashar, Artinya : setiap detik waktu yang diberikan Allah untuk beraktifitas (4) Maghrib, berarti terbenam   (5) Isya, artinya petang atau malam.

Dari semua arti waktu shalat tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa, waktu shalat yang diberikan dan diperintahkan Allah tidak lain merupakan waktu istirahat cuma-cuma bagi manusia dari kebutuhan dunia, waktu penentu kapan manusia harus bangun bersiap bekerja atau istirahat, waktu khusus diri sendiri dan Allah untuk menyampaikan keluhan atau harapan.

Jika pandai menggunakannya, insya Allah kemudahan akan kita dapatkan.

Kalau kita lebih jeli mau memikirkannya, waktu shalat  memberikan kita ampunan atas setiap kesalahan yang kita lakukan di setiap jeda diantara waktu shalat. Dengan demikian, dosa kita terlepas satu persatu, kegelisahan kita berangsur hilang, lelah kita berkurang, doa kita terkabulkan perlahan - bayangkan seseorang yang kamu hormati - hargai - sayangi, membukakan tangannya lebar lebar menyambutmu setiap hari dalam 5 waktu dengan tersenyum,  menyenangkan bukan ? 

 Maka mari memaknai waktu shalat dengan berbeda supaya lebih mudah kita dapat berupaya menunaikannya dengan maksimal, memanfaatkan waktu dengan bijak, meminta pengampunan dan pertolongan terbaik - sehingga kita bisa pulang dengan nyaman dan  kecukupan bekal.

              Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin mengutip hadist Riwayat Ahmad yang semoga bisa menjadi pengingat bagi kita :

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

 "Siapa yang menjaga sholat lima waktu, baginya cahaya, bukti & keselamatan pada hari kiamat.” 

Semoga kita senantiasa diberikan kebahagiaan dan kemudahan dalam melaksanakan shalat amiiin. 

BACA JUGA ARTIKEL INI Amalan agar dimudahkan haji umroh



Best Regards, Latifa Mustafida 

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung.

Latifa Mustafida