Bicara soal perjalanan, tidak hanya hal menyenangkan saja yang akan kita dapatkan – ada banyak hal lain yang harus kita fikirkan selain biaya dan tempat tujuan apalagi jika bepergian dengan teman baru atau teman yang tidak kita kenali karakternya sebelumnya. Mungkin akan menjadi mudah, tapi bisa juga menjadi tantangan sendiri untuk menyelesaikannya.
Beberapa hal
yang perlu kamu pertimbangkan supaya perjalanan lebih menyenangkan, here we go.
1.
TUJUAN PERJALANAN
Beberapa orang menyukai perjalanan dengan harapan dapat
melihat tempat baru, explore hal menarik yang tidak ada di negara atau
tempatnya, mencoba berjalan kaki lebih banyak dan memperhatikan hal menarik di
sekitar atau beberapa orang lain memang menjadikan perjalanan sebagai agenda hunting
barang murah di suatu negara.
Dengan perbedaan itu, kita harus mafhum bahwa kepentingan semua
orang berbeda dan untuk itulah kita harus lebih memperhatikannya. Mengapa kita harus menyamakan visi misi selama
perjalanan ? Karena menghabiskan waktu dengan tujuan berbeda bisa sangat
menghabiskan energi dan waktu, belum lagi bayangkan ketika 24 jam kalian yang
terbatas harus terpotong karena tidak dapat mentolerir agenda yang menurut
kalian membuang buang waktu saja. jadi, be nice ya!
2.
BUDGETING
Type traveller seperti apa kalian ? kelas backpacker
yang rela sharing ruangan bersama orang lain, rela menghabiskan uang lebih
banyak demi kendaraan dan hotel lebih nyaman atau kelas middle yang
meluangkan waktu membandingkan seluruh harga dengan perbandingan dan fasilitas
rata-rata terbaik ?
Type seperti apakah kalian dalam perjalanan, menyukai hal spontan
untuk dimasukkan dalam list atau menyukai jadwal pasti sehingga kalian dapat membayangkan
apa saja yang akan kalian temui ?
Menurut saya tidaklah salah menjadi ketiganya asal kalian
dapat menemukan teman perjalanan yang serupa supaya tidak menyulitkan
perjalanan atau membebani kalian dengan pengeluarannya. Sebenarnya tidak menjadi
masalah jika beberapa orang dapat menegosiasikan apa yang diinginkan dan apa
yang tidak diinginkan ke dalam kategori Keputusan bersama, tapi beberapa orang
tidak dapat menyampaikan maksudnya sehingga justru menjadi masalah di kemudian
hari.
Saya sendiri menyukai jadwal perjalanan yang terencana karena
dengan waktu liburan yang tidak lama kita pasti ingin melihat berbagai hal
yang lebih jelas meskipun toleransi akan diberikan dalam keadaan-keadaan
tertentu, pastikan hal seperti ini tidak akan menjadi masalah setelahnya ya
rekan-rekan!
3.
CARA BERKOMUNIKASI
Memahami cara berkomunikasi tiap orang dan gaya khas manusia adalah
hal dasar yang harus kita pahami dalam perjalanan karena seringkali terjadi
perbedaan pendapat dalam memutuskan sesuatu. Misalnya saja A ingin pergi ke lokasi
wisata sementara B ingin langsung berbelanja, kedua kepentingan tersebut bisa
ditengahi dengan cara yang paling tepat untuk keduanya dengan memaparkan
kebutuhan atau prioritas waktu dan situasi kondisi. Tapi tidak ad acara yang tepat
tanpa membicarakannya, alih-alih diam akan lebih baik menyampaikan keinginan
setiap orang dengan tetap menghormati kebutuhan yang lainnya.
Pada intinya dalam suatu perjalanan semua orang ingin
kebutuhannya terpenuhi dan dihargai karena posisinya sama rata. Jika kalian
malas menghindari perdebatan kalian bisa saja memilih untuk menggunakan biro
perjalanan untuk meminimalisir konflik dan beda pendapat dengan jadwal yang sudah
pasti ditentukan sejak awal. Jika pun akhirnya
terjadi sedikit perbedaan pendapat, kedua pihak harus memahami bahwa
dalam negosiasi – ada ego yang disesuaikan untuk mencapai jalan tengah.
4.
TEMAN PERJALANAN
Di awal usia 20-an, saya memiliki teman perjalanan dalam dua
gender. Sebagian besar teman saya bertype perencana sehingga rasa-rasanya
perjalanan tanpa hambatan dan berjalan lancar meskipun terjadi sedikit masalah
di tempat.
Lambat laun lingkup
tersebut berubah menjadi gender yang sama sehingga drama lebih banyak terjadi. Selain
menyamakan tujuan perjalanan, budget & gaya komunikasi, pastikan teman
perjalanan kalian adalah seseorang yang memilik empati – bertanggung jawab –
memahami cara mengisi energi masing-masing dan tidak saling mengganggu kepentingan
yang lain dengan tidak menyadari kesalahan atau alasan orang lain melakukan
sesuatu.
Pastikan teman perjalanan kalian adalah seseorang yang mau
memahami bahwa kita bisa saja lelah, salah dan saling membantu adalah cara
paling tepat – bukan bergantung pada orang lain dan mengambil alih energi teman
lain.
Semoga bermanfaat!
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung.
Latifa Mustafida