IBADAH LAIN YANG DAPAT DILAKUKAN SAAT UMROH : THAWAF SUNNAH

“Kalau ditanya ibadah apa yang bisa dilakukan selain umroh wajib, membaca al-quran, sedekah dan solat wajib ketika umroh ?“

Banyak. Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan dengan berniat ibadah ketika sedang umroh di Makkah Madinah, iktikaf misalnya yang tidak menghabiskan banyak tenaga. Tapi, apa sih ibadah yang hanya bisa kita lakukan disana bukan di masjid lain yang biasa kita datangi dengan mudah ketika di Indonesia.

Karena tidak mau kali kedua saya terbuang percuma, saya menanyakan hal tersebut kepada muthawwif yang masih terus berkomunikasi sampai dengan saat ini. Jawaban yang saya dapati dari muthawwif, seorang lulusan pondok jawa timur yang sudah lama menetap di makkah madinah untuk menjadi pendamping haji umroh. Beliau menjawab, thawaf sunnah. Ya, thawaf sunnah adalah ibadah paling afdhol katanya dan hanya bisa kalian lakukan di masjidil haram saja - tidak di tempat lainnya.

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya (begitupun dengan saya). Setelah mendapat jawaban itu saya langsung mencarinya di google dan belum menemukan dalil yang mendukung argument tersebut. Tapi, saya mengingat kata-kata bapak asrama saya yang dulunya bekerja di konsulat Saudi arab, beliau bilang sering melakukan thawaf sunnah ketika berkunjung ke masjidil haram, dan itu dilakukan berkali-kali sampai puluhan kali untuk memanjatkan doa.

Muthawwif saya bilang begini,




“Thawaf adalah ibadahnya para malaikat. Dan amal yang paling afdhal dilakukan ketika berada di masjidil haram adalah thawaf”.

Karena mempercayai apa yang beliau katakan, saya mengajak teman saya selepas shalat karena tidak ada agenda lain dan memulai thawaf sunnah berdua. Tidak banyak berbeda dari thawaf wajib dalam rangkaian umroh, perbedaannya hanya pada thawaf ini bisa dilakukan sendiri – tanpa pembimbing, tanpa rangkaian ibadah lain. kalian hanya perlu berniat thawaf sunnah, melakukan 7x putaran dengan doa-doa yang berbeda pada tiap putarannya untuk menandai berapa putaran yang  telah kalian lakukan. Dimulai dari start dan finish yang sama seperti umroh wajib.

Menariknya, selepas melakukan thawaf sunnah – badan, kaki, dan hati saya menjadi saaaaangaaaat ringan. Begitu entengnya sampai saya masih bisa mengingat sisa perasaan itu. Bahagia saja rasanya dan diberikan rasa mudah untuk melaksanakan ibadah lanjutan setelah beberapa waktu sebelumnya sempat drop. Lemas yang saya rasakan berangsur sembuh, itu pasti karena kasih sayang Allah - Alhamdulilah.

Mengingatnya kembali saya tersenyum, efek magnet kakbah sepertinya menyembuhkan sakit dan segala berat di hati saya. semoga menjadi amal ibadah muthawwif tersebut yang memberikan saran kepada saya untuk melaksanakan thawaf sunnah. Setelahnya, melaksanakan ibadah lain menjadi lebih mudah dan akhir-akhir ini saya merindukannya. Harapan saya, semoga kita semua bisa terus kembali dan menjadi makin baik sepulangnya dari sana.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat!

 

 

 

Best Regards, Latifa Mustafida

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung.

Latifa Mustafida